PENDEKATAN KONSEPTUAL HUMAN
RESOURCE, PUBLIC RELATIONS DAN MARKETING
Peran Public
Relations sangatlah penting dan menantang, terutama berhubungan dengan
pembentukan citra perusahaan di mata masyarakat, Namur masih ada beberapa yang
menganggap bahwa kinerja Public
Relations sebagai promosi dan publicitas semata, bila dibandingkan
dengan peran Human Resources dan
Marketing. Walaupun
belakangan ini sering terjadi tumpang tindih antara pekerjaan Public Relations, Human Resource dan Marketing. Jika persepsi tersebut
terus bertahan maka eksistensi dan kredibilitas masyarakat terhadap Public Relations akan terus terpuruk,
maka diharapkan adanya kesinambungan antara ketiganya agar dapat terus
mempertahankan citra dan reputasi kerja PR yang sesungguhnya. Pekerjaan Public Relations dalam perusahaan
merupakan pekerjaan yang penting terutama perannya untuk membuat citra
perusahaan dimata publik seperti apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.
Melalui banyak teknik seperti press
release, special event management, corporate social responsibility dll.
Membangun citra positif sebuah perusahaan, kinerja PR yang seperti itulah yang
sering dipandang hanya dari satu sisi saja. Krisis citra, identitas dan kinerja
PR seharusnya dapat dengan cepat di tanggulangi oleh para praktisi PR sehingga
kredibilitas perusahaan terhadap kinerja PR dapat pulih kembali, peran PR sangat
signifikan tetapi sayang hanya sedikit yang puas akan pekerjaan Public Relations, senada dengan yang diucapkan,Selain
itu pekerjaan Public Relations sering salah dimengerti dan dianggap tumpang
tindih antara marketing dan human resource. Menghadapi hal ini,
membuat kita sebagai Public Relations
miris, dimana kita berbicara tentanng citra tapi citra kita sendiri yang sedang
dalam tahap krisis.
Hipotesis menunjukkan bahwa beberapa anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa
PR di Indonesia hanyalah sebatas promosi dan publisitas. Selain ejekan yang
mengatakan bahwa PR hanya sebagai tukang kliping, protokoler dll. Fakta
mengatakan bahwa pekerjaan PR tidak terbatas pada promosi dan publisitas,
melainkan juga melakukan pembentukan citra perusahaan di mata masyarakat.
Membuat kliping atau protokoler hanya merupakan bagian kecil dari pekerjaan PR,
karena kliping dibuat oleh PR sebagai alat untuk media monitoring, memperhatikan gerak gerik media, agar
mengetahui bagaimana opini publik terhadap perusahaan.
Kesimpulannya
adalah PR dapat bersinergi dengan Human
Resource dan Marketing. Human Resource yantg merupakan
departemen yang ada di perusahaan dimana mereka mengatur sumber daya
manusia yang dimiliki oleh individu
dapat digunakan secara maksimal sehingga goal
menjadi maksimal. Tujuan departemen ini terdiri dari 4 tujuan: tujuan
organisasi, tujuan fungsional, tujuan social dan tujuan personal. Sedang Marketing sebagai sebuah proses
penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi
mengenai barang atau jasa dalam kaitannya untuk memuaskan need dan want manusia. Sedang empat komponen utama dalam marketing adalah product, price, place dan promotion.